Eps 148 - Ancaman Balas Dendam




Yudha sudah dandan abis untuk nge-date sama selebritis Poppy Bunga, Yudha datang ke tempat Ajeng bawa bunga, Ajeng senang sekali dapat bunga dari Yudha, tapi akhirnya ajeng kesal karena ternyata bunga itu bukan untuk Ajeng tapi untuk Poppy Bunga, lebih kesal lagi Yudha minta pendapat Ajeng parfum apa yang harus dipakai untuk kencannya, Ajeng langsung masuk rumah, Yudha jadi bingung sendiri, terus pergi juga.
Ajeng di dalam kamarnya masih kesal, mulai ada peri baik yang membujuk Ajeng supaya tidak sedih dan kesal, tapi muncul juga peri jahat supaya Ajeng harus curiga sama Yudha, hati Ajeng yang sudah panas sampai memukul-mukul foto Yudha, semakin panas saja, dalam bayangan Ajeng Yudha berjalan mesra bersama dengan Poppy Bunga, Ajeng benar-benar dibakar oleh cemburu.
Aldo, Nakula, Bella, dan Karina yang lagi berkumpul bersama bermain monopololi, tiba-tiba Karina dapat telpon dari Ajeng, tidak lama karena putus, Karina kesal karena mungkin saja sinyal idak bagus, tapi ketika hendak pergi di tahan sama Nakula, karena pikirnya Karina mau kabur, karena takut Karina kabur Aldo ngambil Hp Karina untuk bicara sama Ajeng, dari Ajeng, Aldo disuruh menyelidiki Yudha di cafe Romansa jalan Jambu, Aldo salah denger pikirnya cafe Bonnansa di jalan Bambu, Ajeng yang hendak menjelaskan lagi tapi telpon sudah diputus Aldo, sedangkan Tante Jessica terkejut ketika Angel dapat bunga, seperti halnya dulu tante Jessica dapat bunga dari Fariz (suami pertama tante Jessica, papa Vino dan Angel), tante terkejut ketika melihat di jari Angel ada cincin, Angel bilang semua itu dari Mike, tapi tante Jessica merasa cincin tersebut sama dengan masa lalunya, mulailah tante Jessica terkenang masa lalunya yang sangat suram, punya suami pemarah, dan suka memukul, terpaksa tante Jessica kabur dari kehidupan suram berkeluarga.
Ajeng demi cintanya sama Yudha rela berkorban donor darah untuk nyamuk-nyamuk yang menggigitnya, Ajeng sembunyi diantara pohon-pohon untuk menyelidiki Yudha dengan si Poppy Bunga, tapi Ajeng jadi bingung semua teman-temannya HP-nya tidak ada aktif, sedangkan Aldo membawa Nakula, Bella, dan Karina di tempat yang salah, tempat yang menyeramkan, mereka jadi ketakutan, tapi Aldo dan Nakula pura-pura berani, di cafe Angel kaget ketika tahu kalau cincin dan bunga bukan pemberian Mike, bahkan Mike bilang akan mengikat angel karena punya penggemar misterius, Angel jadi bingung siapa yang telah memberi senua itu. Aldo dan Nakula masih bertengkar siapa yang paling berani sampai akhirnya mereka jatuh, Karina dan Bella yang menyusul jadi terkejut, karena tempat itu ternyata kuburan, mereka kabur, sampai Karina dan Bella disuruh dorong motor karena motornya tidak mau hidup, tapi begitu hidup Aldo dan Nakula kabur, sehingga Karina dan Bella mengejar.
Ajeng panas hati ketika melihat Yudha mesra sama Poppy Bunga yang baru datang dengan mobil, Ajeng langsung saja menghampiri, tapi terlambat karena Yudha dan Poppy Bunga sudah pergi, Ajeng langsung manggil tukang ojek, di dalam mobil Poppy Bungan sengaja pergi karena ingin hidup normal seperti remaja lainnya, tidak dikejar-kejar wartawan, Yudha yang salaman dengan Poppy Bunga, jadi merasa tidak akan mencuci tangannya, di taman indah dekat kolam dengan api lilin mengambang, Bu. Amanda dan Pak Dani nge-date sangat romantis sekali, lebih lagi ada musik yang ke luar dari gesekan biola, Ajeng masih ngintip kencan Yudha dan Poppy Bunga makan mie tektek, lebih marah lagi ketika Yudha sangat mesra megang pipi Poppy Bunga, tapi seorang minta-minta mengganggu, suara Ajeng sampai terdengar oleh Yudha yang langsung pamit sama Poppy Bunga, tapi Ajeng tidak ada, hanya nampak seorang minta-minta, dan peminta-minta itu adalah Ajeng yang menyamar. Akhirnya Pak Dani akan menunggu Bu. Amanda yang masih trauma pacaran, untuk sementara menjadi teman, mereka saling bersalaman.
Ajeng semakin panas ketika melihat Yudha dan Poppy Bunga berduaan di tempat sangat romantis untuk Ajeng, tapi Ajeng tidak tahu kalau Yudha sangat memuji Ajeng sebagai cewek tercantik, dan Poppy Bunga bilang Yudha sangat beruntung punya pacar seperti itu, kembang api memperindah malam itu, Poppy Bunga tiba-tiba saja hendak jatuh, Yudha langsung memegangnya, Ajeng sudah tidak tahan langsung saja ke luar dari tempat persembunyian, langsung saja marah-marah sama Poppy Bunga dan Yudha, tapi Ajeng jadi malu karena dari Poppy Bunga Ajeng tahu, mereka lagi membicarakan tentang Ajeng, Poppy Bunga memuji Ajeng yang membuat Ajeng jadi semakin merasa bersalah, Poppy Bunga pergi, dari Yudha Ajeng mendengar kalau Poppy Bunga memuji-muji Ajeng yang jadi merasa malu, Ajeng langsung mengejar Poppy Bunga karena merasa tidak enak. Dan Ajeng dan Poppy Bunga naik Becak Cinta bersama, yang jadi tukang becaknya Yudha, Poppy Bunga kembali memuji-muji Ajeng dan Yudha, sehingga membuat Ajeng semakin malu-malu, untuk Yudha kesal juga jadi tukang becak.
Angel masih bingung siapa yang telah memberikan cincin dan bunga, Mike bilang mungkin saja Fathir, tapi Angel bilang tidak mungkin karena Fathir tidak mungkin membeli benda yang mahal, Mike hendak ngantar Angel pulang, tapi dapat HP-nya bunyi, ternyata harus cepat pulang karena Mamanya dapat serangan jantung, Mike pulang tidak bisa ngantar Angel, di rumah tante Jessica berharap bukan Fariz (si monster) yang telah melakukan itu, karena dari bungan dan cincin juga kata-kata sama seperti dulu ia menerima dari Fariz. Angel yang pulang sendirian ketakutan ketika ngerasa ada seseorang yang mengikutinya, Angel berlari-ari ketakutan, sampai nabrak seorang Om yang dikenal Om yang mobilnya ditabrak waktu itu (papa Vino dan Angel atau tante Jessica mengenalnya sebagai Fariz), Angel diantar pulang, Tante Jessica terkejut ketika terdengar ketukan pintu sampai foto keluarganya bersama Om Sukmo, Vitha, dan Angel jatuh kacanya pecah, dan jari tante Jessica berdarah, tetesan jatuh di wajah foto Angel, Angel mengajak Om Fariz masuk rumah untuk kenalan sama Mamanya, ketukan pintu... tante Jessica sangat tegang.... bersambung...

0 Saran dan Kritik:

Posting Komentar