Angel Bertunangan




Angel dan Mike berjalan diantara bentangan kain putih yang melambai-lambai, tertiup angin, penuh senyum manis, wajah mereka diliputi cahaya bahagia, mereka saling menatap penuh kemesraan.
Angel heran ketika Mike mengeluarkan kotak merah, hati berdebar-debar, kotak merah dibuka Mike, berisi cincin bermata berkilauan, Mike memasukan cincin itu dijari manis tangan kanan Angel, menciumnya penuh kemesraan.

"Sekarang, angel... kita resmi bertunangan...." Angel begitu bahagia, tapi tidak berapa lama Angel pun terbangun, Angel jadi nyesal ternyata hanya mimpi ketika ia melihat tangannya tidak ada cincin tersebut, yang ada hanya cincin plastik berbunga, tapi diciumnya.
Angel benar-benar ingin mimpi itu bisa terwujud, begitu juga teddy bear yang dipeluknya, angguk-angguk. 


Eps 156 - Tolong Rawat Bayi Ini

Eps 155 - Maafkan Gue Pangeran Kodok



Ajeng menerima ucapan dari Bapak Kepala Sekolah, meminta Ajeng sebagai Duta Kesenian SMA25, Ajeng bingung juga menerimanya, Yudha melihat semua ini, cukup kaget atas permintaan Bapak Kepala Sekolah.
Di kantin Yudha datang memberikan hadiah untuk Ajeng, tapi belum sempat bicara selanjutnya, Marco datang dengan berteriak ke Ajeng, karena Produser sudah melihat penampilan Ajeng di Youtube, dan meminta Ajeng untuk jadi Bintang Tamu di PPK Band, wajah Yudha langsung berubah, Ajeng melihat ini dan menganggap Marco tidak serius, Yudha juga begitu, tapi Marco bilang ini serius, minta Ajeng dan Yudha semangat.

Ajeng menunggu Yudha pulang, Ajeng ingin kejelasan apa Yudha setuju atau tidak, Yudha tadinya ingin mengelak tapi Ajeng sangat mengenal benar Yudha, akhirnya Yudha tetap setuju, karena itu pertama kalinya Yudha ingin Ajeng tampil di kompetisi tingkat nasional, Ajeng senang sekali dengan persetujuan Yudha, karena Yudha lah yang membuat Ajeng bisa juara.
Marco panik ketika latihan PPK Band, karena Ajeng belum datang, Yudha ngerasa apa Ajeng tidak mau datang disebabkan dirinya, saat itu Produser datang ingin melihat Ajeng tampil, semuanya sudah cemas, tapi Ajeng datang, PPK Band mulai in action dengan lagu Butterfly, sangat serasi dan manis duet Yudha dan Ajeng, nampak produser sangat senang.
Belum apa-apa Ajeng sudah nge-top di sekolah, banyak yang menyalami Ajeng, Yudha semakin ngerasa seperti disayangi oleh Ajeng, Karina, Bella, Aldo, Nakula semua memuji Ajeng, saat itu Marco datang membawa kabar gembira, Produser minta Ajeng menjadi penyanyi tetap di PPK Band, bukan bintang tamu, bahkan menjadi penyanyi utama, sedangkan Yudha hanya sebagai backing vokal saja, Yudha terkesima mendengar ini, Ajeng juga dan merasa tidak enak sama Yudha, tapi seluruh personil band mendukung itu semua, Yudha akhirnya dengan berat juga setuju, Yudha mencoba untuk ikhlas menerima semua ini demi Ajeng.
Sementara itu Fathir yang lagi chatting tiba-tiba dapat sapaan dari beauty_bee25, Fathir bingung, dan pesan kedua please bales dong... emang apa salah gw... Fathir makin bingung saja, langsung saja Fathir bilang katanya jangan chatting lagi karena kamu sudah punya pacar, Vitha kaget membaca pesan tersebut, langsung saja Vitha tentu ini ulahnya Angel, saat itulah vitha melihat Angel, langsung dipanggil, Vitha marah-marah sama Angel supaya jangan mencampuri urusannya, Fathir tidak tahu kalau beauty_bee25 itu Vitha, sebaliknya Vitha juga tidak tahu kalau beast_as itu Fathir.
Karina langsung saja gembira penyatakan rasa cintanya, ingin meluk, ingin cium, ke arah Aldo, tentu saja ini emmbuat Aldo kegirangan, Karina mendekati Aldo, Aldo sudah siap pasang bibir untuk dicium dan tangan terbuka untuk memeluk, tapi ternyata Karina mengambil majalah yang sedang dibaca Aldo, di mana ada poster Irfan Bachdim yang langsung diciumi gitu, Aldo jadi sadar ternyata Karina senang sama poster Irfan Bachdim, saking senangnya gitu sampai Bella kaget dan air minuman coklat dimulutnya tersembur mengenai baju putih Marco, marco tentu saja teriak-teriak kesal, tapi Karina terus melayang bersama poster Irfan Bachdim, sedangkan di taman Yudha sudah kesal karena 1 jam ditunggu Ajeng belum datang juga, tapi dari belakang Ajeng langsung memeluk Yudha, karena kesal Yudha bilang banyak cewek yang tidak membiarkan cowok seganteng Yudha untuk menunggu, langsung saja ajeng ngobral Yudha, Yudha langsung menutup mulut Ajeng, dan Ajeng bilang terlambat karena lagi buat hadiah special, ternyata dua topi kupluk yang ada hutup Y dipakai Yudha, dan huruf A dipakai sama Ajeng, tapi Yudha bilang ada lagi seharusnya pakai cium, langsung saja Ajeng kabur dikejar Yudha.
Yudha harus menghadapi kenyataan tidak dibutuhkan dalam wawancara, karena yang dibutuhkan hanya penyanyi utama saja, Yudha merasa tersingkir saja, kini Yudha yang beruntung mendapatkan Ajeng, sementara Karina dan Bella ingin nonton bola, terutama menonton Irfan Bachdim, Aldo dan Nakula langsung aja akan dihajar Bella kalau membocorkan, tapi Nakula dan Aldo akan membantu untuk bolos sekolah, Aldo dan Nakula bisik-bisik di telingan Karina dan Bella tentang rencananya, sedangkan Fathir makin asyik saja chatting, tapi Fathir kaget ketika Angel datang, laptop langsung ditutup, Fathir gugup, langsung menyerahkan laptop ke Angel supaya dikembalikan ke Mike, langsung kabur.
Fathir tiba-tiba gugup dan kuatir ketika tahu kalau YM nya belum signout, cepat kembali ke tempat Angel, Vino yang menegur tidak ditanggapinya, langsung saja kabur, Vino kesal tidak dianggap, Angel yang menunggu Mike lama hendak membuka laptop, tapi bersamaan dengan Fathir datang, langsung menutup laptop itu kembali, Fathir terus pergi lagi dengan lasan hendak buat laporan yang disuruh Mike, Angel jadi heran melihat tingkah laku Fathir, Vino mencegat Fathir lagi, mereka saling ngotot dan marah, Vitha datang malah membela Vino, Fathir makin marah, Fathir mengeluarkan kata-kata pedas untuk Vitha supaya jangan GR, kalau masalah ini tidak sangkut pautnya dengan vitha, lalu pergi, Vitha yang hendak manas-manasin Vitha, malah membuat Vitha kesal terus pergi juga, Vino tambah kesal, Yudha ingin ngajak Ajeng nge-date, Ajeng sepertinya ada cara pembuatan foto untuk majalah musik, tapi tetap mau nge-date sama Yudha, Ajeng senang sekali diajak date sama Yudha, Yudha tersenyum melihat, Ajeng jadi malu-malu.
Yudha mempersiapankan tempat nge-date dibantu oleh Karina, Bella, Aldo, Nakula, semuanya dirancang sangat romantis, biarpun dengan berbagai masalah, tempat nge-date tetap sangat romantis, sedangkan Ajeng dalam pemotretan dan ajeng senang karena sudah selesai, tapi begitu hendak pulang Produser minta Ajeng ikut meeting, Ajeng bingung, mau telpon, HPnya mati, pinjam HP produser tapi dimatikan Yudha, Yudha melakukan itu karena tidak mau diganggu acara nge-datenya sama Ajeng, tapi yang terjadi Yudha menunggu sampai malam, kehujanan, tapi Ajeng tidak datang, Aldo dan Nakula datang mengajak Yudha pulang, saat itulah Ajeng datang, melihat segala persiapan nge-date dan bunga serta tulisan I Love You Putri Keong, membuat Ajeng merasa sangat bersalah sama Yudha, beberapa kali Ajeng minta maaf sama Yudha, wajah Ajeng sangat sedih karena tentu mengecewakan Yudha.... bersambung....

Episode 154 - Ajeng Bintang Selena Gomez


Nakula sama Aldo bertengkar karena merasa paling berhak untuk nge-date sama Bella, ketika mereka lagi bertengkar itu, datang Bella dan Karina, yang membawa mie instan, Karina dan Bella menyuruh Aldo dan Nakula untuk makan mie instan, sementara Karina dan Bella hendak mencari undian 20 juta, Aldo dan Nakula jadi kenyang makan mie instan, dan gelas terakhir, ternyata benar ada kuponnya.
Yudha gembira karena suaranya sudah kembali normal lagi, saat itu terdengar lemparan di jendela, Yudha langsung tahu kalau yang melempar itu Ajeng, tapi begitu dilihat tidak ada siapa-siapa, tahu-tahu Yudha kena lempar, Ajeng jadi cengar-cengir karena pikirnya Yudha belum nongol.




Yudha bertemu dengan Ajeng, dan Ajeng mengeluarkan syal khusu dibuat untuk Yudha supaya leher Yudha aman dari angin dan bisa menjaga suaranya, juga membawakan sari jeruk supaya suara Yudha tetap bagus, Yudha gembira mendapat perhatian dari Ajeng, dan ketika Ajeng pergi, biarpun selalu bilang Ajeng jelek, tapi di mata Yudha, Ajeng itu sempurna sekali, tidak ada yang cacat.

Bella minta Aldo dan Nakula untuk suit karena mereka bertengkar lagi gara-gara merasa berhal untuk menyimpan kupon undian, akhirnya seperti biasa Nakula selalu kalah dalam suit, Aldo gembira sekali, Nakula kesal lalu menarik Bella pergi, diikuti Karina, Aldo sangat gembira mencium kupon undian, lalu memasukkan kantong celana belakang, tapi Aldo tidak sadar kupon itu tidak masuk ke dalam kantong, sehingga kupon tersebut jatuh.

Kepala sekolah menugaskan Yudha mewakili lomba musik tingkat nasional, ini tidak membuat Yudha senang, begitu juga Marco, karena suara Yudha baru saja pulih, dan takut di saat rekaman suara Yudha tidak maximal, di kantin Yudha bingung, begitu juga Marco, saat itulah mereka melihat Ajeng, Vitha, Angel, dan Karina dengn penuh kegembiraan sedang dance dan bernyanyi, kedua bersamaan timbul ide, Ajeng kaget ketika tahu di bawa ke hadapan Kepala Sekolah untuk mewakili sekolah dalam lomba musik tingkat nasional, tapi seluruh sahabat Ajeng mendukung, dan yakin Ajeng akan menang.

Angel kaget langsung saja melayangkan tinjunya ke wajah Mike, begitu tahu yang menepuk bahunya itu MIke Angel beberapa kali minta maaf, Angel menceritakan kalau sedih melihat Vitha sama Fathir putus, Mike berjanji akan membantu, saat itu  Mike melihat Vitha, terus dipanggil, Mike minta sama Vitha untuk membantunya karena di sekolah Mike lagi ada acara, dan berjanji untuk bertemu jam 3 sore, Vitha menyanggupinya, setelah Vitha pergi Angel sangat berterima kasih sekali sama Mike. Sementara itu di kantin, semua masih bingung masalah koreografi, dan Aldo serta Nakula yang datang mengatakan bu. Amanda tidak bisa melatih karena lagi sakit muntahber, tapi Aldo dan Nakula sudah menyiapkan segala, tapi begitu lagu diputus, terdengar lagu keong racun, Aldo dan Nakula joget-joget tidak karuan, tentu saja ini membuat semuanya berteriak..."dasarrr cumiii... oon...."

Mike sedang memilih 1 pemain inti serta wakil tim basket SMA Kartini, ujian itu untuk Fathir sama Vino, kedua sudah berhadapan seperti ayah jago yang siap di adu, saat itu datang Vitha, Fathir kaget, dan Vino dengan yakinnya mengatakan Vitha datang tentu untuk mendukungnya, Fathir merasa geram dengan ini, Fathir nampak grogi berhadapan dengan Vino karena ada Vitha di situ, Mike berharap Fathir menunjukan kehebatannya, mereka saling memasukan bola ke jaring, dan di saat Fathir masukan bola Vitha berteriak-teriak gembira, Fathir sudah senang, tapi Vitha terus merubah mendukung Vino, Fathir jadi kesal lagi. Vitha terlihat jadi salah tingkah.

Di kantin Rangga menasehati Ajeng supaya kalau nyanyi tidak menggunakan suara leher atau perut, harus pakai suara diafragma, Ajeng ingin tahu bagaimana contohnya, Rangga bilang Yudha yang tahu bagaimana caranya, tapi Yudha bilang Rangga yang lebih tahu hal ini, mereka tiba-tiba terkejut ketika mendengar Bella teriak-teriak gembira, begitu juga ketika Karina, Aldo, dan Nakula datang mereka tambah gembira, Ajeng, Yudha, dan Rangga bingung melihat tingkah mereka, tapi ketika Aldo mencari kupon tersebut ternyata tidak ada, lalu ada ingat jangan-jangan di kantong celananya yang kemarin, Aldo langsung disuruh mencarinya.

Aldo bingung karena kupon undian itu hilang, Aldo sudah ketakutan tentu akan mendapat hajaran dari teman-temannya, benar- saja, Aldo kena jeweran dari Bella  dan Karina, Aldo minta bantuan Nakula, tapi Nakula bilang itu salah Aldo, coba disuruh simpan Nakula tentu lebih aman, tapi begitu Aldo lepas dari jeweran Bella dan Karina, Nakula punya ide mencari di tempat sampah, sampai mengejar mobil sampah segal dengan bajaj, sementara itu Vitha chatting lagi, Vitha tidak menyadari kalau itu adalah Fathir, begitu juga sebaliknya, karena BBnya lowbatt jai tidak bisa membalas chatting, Vitha melihat Fathir ingin pinjam laptop yang digunakan Fathir, saat itu Fathir menutup laptop, kaget melihat Vitha, dan saat itu Vino datang mengajak Vitha pulang, Fathir jadi kesal, Vitha juga terpaksa ditarik Vino. Nakula sadar ketika ditunjukan kupon itu ketemu, mereka bergembira.

Ajeng dihibur sama Yudha untuk tampil bagus, karena seluruh sahabat juga mendukungnya, Ajeng bersemangat untuk tampil bagus dan tidak mengecewakan Yudha dan sahabat-sahabatnya, Ajeng tampil sangat memikat dengan lagu dari Selena gomez - Round and Round - dan saat pengumuman Rahayu Ajeng menjadi juara lomba musik tingkat nasional, semuanya bergembira, Ajeng juga gembira, Yudha menghadiahi ajeng dengan sebuah ciuman di pipi yang membuat Ajeng gembira, tapi malu.

Yudha yang ingin memberikan hadiah khusus untuk Ajeng, tapi sebelum hadiah itu disebutkan terdengar teriakan dari Karina, semua jadi kaget, karena Bella pingsan, dari Nakula semuanya baru tahu kalau Bella pingsan kalau hadiah 20 juta dalam bentuk mie instan, sekali lagi memberikan ide cemerlang, supaya Karina dan Bela menyumbangkan mie instan itu untuk orang yang membutuhkan, sudah mendapat pahal juga tentu berguna untuk orang lain. Di sekolah Yudha sudah menyapkan hadian untuk Ajeng, tapi langkah terhenti ketika mendengar anak membicarakan tentang Ajeng yang akan lebih nge-top dan saingan berat Yudha, Yudha sudah marah saja kalau Marco yang upload di youtube, tapi ternyata Kepal Sekolah yang bangga dengan Ajeng.... Yudha jadi terlihat kesal kalau Ajeng menyainginya.... bersambung....

Eps 153 - Ajeng Jadi Mata-Mata PPK Band




Yudha sudah pasrah karena panitia tidak menyediakan kostum cadangan, Yudha memberi semangat kepada para sahabatnya untuk mengalahkan Marcel, tapi apa yang terjadi, Aldo yang sangat ingin jadi terkenal rela memberikan jasnya untuk digunakan Yudha, lalu satu per satu rela memberikannya kepada Yudha, ini membuat Yudha sangat terharu, dan berjanji akan mengalahkan Marcel.
Marcl senang ketika berturut--turut peserta Aldo, Nakula, Marco, Rangga, dan Fathir tidak muncul, tapi alangkah terkejutnya ketika Yudha tampil dengan pakaian resminya, Marcel benar-benar terlihat minder melihat Yudha datang di gandeng Ajeng, Yudha tersenyum sama Marcel akan mengalahkannya. Yudha benar-benar tampil sangat meyakinkan, sedangkan Marcel tampil dengan tidak penuh percaya diri, para juri seakan sudah langsung mendapatkan siapa yang berhak menyandang Cover Boy 2010.


Marcel sudah kegirangan dan sombong ketika baru saja juri menyebutkan nama Marcel, semua sahabat Yudha sudah terkejut, Yudha dengan sportif hendak menyalami Marcel, tapi dengan sombongnya Marcel tidak menerima uluran tangan Yudha, tapi kemudian Marcel harus kecewa karena Juri mengatakan Marcel untuk kali ini tidak berhasil jadi Cover Boy, karena pemenangnya Yudha, Juri menyerahkan piala dan piagam, semua sahabat naik pentas menyalami, semua bergembira, Assisten Marcel mengakui Yudha lebih baik, ini membuat Marcel marah, Marcel pergi dengan malu. Di rumah Tara, Marco baru mengantar Tara, Tara nampak mulai senang dengan Marco sampai tidak sabar nunggu besok, Marco juga gembira, tapi saat Marco pulang dihadang Rangga yang marah sama marco, tapi Marco juga marah sama Rangga, karena Tara hanya pacar bohongan, sedangkan marco mencintai Tara, terus pergi, Rangga tidak terima dengan perlakuan Marco, Rangga akan mempertahankan cintanya.











PPK Banda lagi latihan, mereka nampak sangat bersemangat, tiba-tiba Marco menghentikan latihan karena dapat telpon dari Produser Rekaman, semua jadi kaget karena dianggap musik mereka masih mentah, Produser Rekaman marah, kalau tidak sungguh-sungguh kesempatan emas itu akan diberikan kepada Evolet Band, Marco langsung minta waktu, dan diberi waktu seminggu, semuanya jadi cemas, begitu juga ketika semua pada berkumpul di cafe, Karina hanya asal bicara jadi membuat PPK Band bukan semangat, tapi malah down, tapi Vitha, Angel, dan Ajeng langsung memberi semangat, karena yakin PPK Band akan bisa membuat karya yang bagus, semua sudah semangat, tapi begitu Yudha tanya bagaimana caranya, semua jadi diam lagi, dan Marco mengatakan pernah baca di internet tentang wordshop Musik Camping Instan, langsung saja Bella senang, Ajeng kaget, ternyata Bella ingat dengan Mie Instan, semua jadi tertawa, tapi kini ada kendalalnya, karena pembayaran cukup mahal, setidaknya dirasakan oleh Fathir dan Ajeng, dengan 300 ribu rupiah mereka tidak punya uang, Vitha berpikir akan membayarkan tentu Fathir akan tersinggung, begitu juga Yudha ingin bayarkan Ajeng, tapi tidak tahu bagaimana caranya, Marco bersedia bayarin Fathir, tapi Fathir tidak enak, begitu juga Ajeng akan berusaha mencari cara untuk ikut.
Vitha minta tolong sama Marco untuk tidak bilang sama Fathir, karena Vitha akan bayarin Fathir, Marco yang tanya kenapa begitu, bukankah sudah putus, Vitha mengingatkan Marco saja biarpun tidak sama Angel, tapi tetap perduli sama Angel, akhirnya Marco bersedia megang janji untuk tidak membocorkan, Fathir senang sekali begitu dengar Fathir bisa ikut karena Produser Rekaman yang bayarin, biarpun Fathir berpikir sedikit aneh saja, Vitha memberi jempol sama Marco yang berhasil meyakinkan Fathir untuk ikut dibayarin oleh Produser Rekaman, Marco juga memberi tanda jempol, sedangkan Yudha yang ingin bayarin Ajeng ditolak, karena Ajeng akan mencari cara untuk tetap ikut, Yudha senang mendengarnya, langsung saja menggendong Ajeng dengan gembira.
Yudha, Aldo, Nakula, Fathir sudah menunggu, tapi para cewek belum datang juga, dan ketika melihat para cewek yang datang, semuanya jadi melongo, para cewek berjalan dengan keren, penuh senyuman, para cewek sudah bangga saja karena membuat para cowok ternganga begitu, tapi ternyata Yudha Cs itu bukan karena kagum, tapi dandanan para cewek, dan dari Karina mereka baru tahu karena di camping instan itu banyak pemain musik yang keren-keren, mereka lalu masuk ke mobil, tapi Vitha dan Fathir ranselnya saling tersangkut, mereka juga seperti berdesakan masuk, sampai Vitha mau jatuh tapi ditangkap sama Fathir, mereka saling pandang, terlihat penuh kerinduan, yang lainnya tertawa melihat, Vitha dan Fathir lalu mau masuk, tapi yang terjadi kepala mereka berbenturan, sakit, akhirnya mobil pun melaju pergi, tapi mereka bergembira nyanyi-nyanyi, tapi kemudian mobil mogok, yang terjadi mereka dorong mobil, tapi tetap tidak mau hidup, Aldo langsung saja akan mencari mobil, dan semua terkejut, karena mobil yang di stop Aldo, mobil ngangkut ayam, mereka berdesakan bersama ayam.
Begitu sampai di camp instan, semua jadi bahan tertawaan karena bau ayam, semua menyalahkan Aldo, dan tiba-tiba mereka terkejut, karena salah satu panitia marah, mereka tidak boleh masuk, Yudha sudah kesal juga, tapi ternyata Panitia itu menunjuk Ajeng yang hanya jadi pelayan di camp instan, Yudha sudah marah saja karena ceweknya dibilang pelayan, tapi Ajeng menenangkan Yudha, karena Ajeng memang bisa ikut dengan mendaftar sebagai pelayan, saat ajeng dan Panitia itu pergi, Vitha tidak setuju Ajeng jadi pelayan, begitu Evolet Band datang, Karina langsung saja terpikat, Bella yang mengingatkan Karina ternyata tidak bisa, semua harus profesional, tapi urusan cinta itu lain, Karina langsung pergi.


Fathir melihat Vitha keberatan bawa ranselnya, tapi ketika Fathir hendak membantu sudah keduluan sama Vino, Vitha tadinya tidak mau akhirnya mau juga dan saat itu ia meihat Fathir yang nampak sangat kecewa, Fathir pergi dengan kesal, Yudha yang hendak membantu Ajeng malah kena cium sama panci, Ajeng beberapa kali minta maaf, karena ajeng berpikir ada cowok yang hendak jail, dan ketika Yudha hendak mencium ajeng, langsung menyebarkan tepung ke Yudha, mereka jadi saling lemparan tepung. PPK Band bertemu dengan Evolet Band, mereka sudah saling tantang dulu, dan di saat pentas mereka saling menunjukan kebolehan, tapi apa yang terjadi gitar Fathir senarnya putus, begitujuga senar bass Aldo, dan terakhir stick drum Nakula patah, Evolet nampak di atas angin, Yudha kecewa dengan ini, terlebih Ajeng kesal sekali ketika tahu dari pelayan lain kalau PPK Band kena sabotase oleh Evolet Band.
Ajeng berteriak mencari-cari Evolet Band, nadanya mengejek di depan para personil Evolet Band, pura-pura tidak tahu, seorang personil Evolet Band tertarik sama Ajeng, vokalis dari Evolet Band Adi, ajeng sudah bertampang sebel begitu, Yudha yang lagi jalan sama Aldo dan nakula kesal begitu melihat Ajeng lagi berhadapan dengan personil Evolet Band, Yudha sudah ingin melabraknya, tapi Aldo dan Nakula menghalangi, karena kalu buat ribut akan di keluarkan dengan tidak hormat, akhirnya Yudha bisa bersabar dan diajak pergi, Ajeng masih berhadapan dengan Adi, tapi belum sempat Ajeng bicara panjang, Karina datang menyelak, dibilang itu tidak penting, Karina jadi coba menarik perhatian Adi, tapi yang terjadi personil Evolet Band tersebut kupingnya jadi pengang karena suara Karina merepet berisik gitu, dan belum sempat Ajeng bicara lagi, mulutnya sudah dibekap, ternyata yang bekap Ajeng itu Bella, Bella bilang Ajeng harus sabar karena mantan pangeran cuminya punya ide cemerlang.
Yudha tidak setuju kalau Ajeng sebagai mata-mata, tapi Ajeng justru setuju, dan Ajeng menghibur Yudha supaya tidak usah kuatir, karena Ajeng sayang sama Yudha, akhirnya Yudha bersedia, sementara Vitha yang BB nya lowbatt bertemu dengan vino, dan vino bersedia untuk nge-charcein BB Vitha, Vitha senang langsung pergi, dan Vino langsung membuka BB Vitha, Vino membaca SMS (dari Marco tentang bayarin Fathir), Vino nampak sangat licik, Ajeng mulai beraksi membawakan pisang goreng untuk Adi yang saat itu lagi membuat lagu, Yudha melihat ini hatinya jadi bergolak lagi karena cemburu, tapi Aldo dan Nakula menahan Yudha yang sudah mau merabrak Adi.... bersambung...

Eps 152 - Pemilihan Cover Boy Rusuh




Nakula yang menemukan kertas pendaftaran Aldo untuk ikut Cover Boy, langsung saja mendaftarkan semua sahabatnya ikut Cover Boy, tentu saja Aldo jadi kaget melihat yang daftar semua sahabatnya, Nakula senyum-senyum melihat kegelisahan Aldo.
Yudha sangat menentang sahabatnya untuk ikut Cover Boy, karena ingin memberi kesempatan pada Aldo untuk juara Cover Boy, tapi Fathir ingin ikut karena tidak ingin direndahkan, Marco juga ingin ikut, dan Rangga yang tidak mau kalah sama Marco jadi ikut-ikutan, tapi Yudha tetap pada putusan semua sahabat tidak ada yang boleh ikut, hanya Aldo saja yang ikut.

Saat Yudha hendak mengundurkan diri jadi peserta Cover Boy, Marcel teman masa kecilnya yang selalu ingin mengalahkan Yudha tapi tidak bisa menang itu, manas-manasin Yudha, dibilang takut kalah karena ada Marcel, Yudha yang memang gampang sekali terpancing, langsung saja tidak jadi mengundurkan diri. Aldo jadi kesal sama Yudha, begitu juga dengan yang lain kesal, ternyata Yudha malah ikutan Cover Boy, setelah semua pergi, Ajeng minta sama Rangga supaya memberitahu Yudha, supaya menjelaskan pada semua temannya. Di tempat pendaftaran Cover Boy, kembali Yudha akan mengundurkan diri, saat itu Marcel datang kembali mengejek Yudha, kini yang terpancing Aldo, dan untuk mengalahkan Marcel yang sok jago itu, Aldo bilang semua ikut serta dalam Cover Boy, tidak jadi mengundurkan diri, semua itu untuk mengalahkan Marcel, karena kalau salah satu diantara mereka ada yang menang, semua juga ikut senang.












Tara manas-manasin Rangga dengan berbuat mesra sama Marco dengn mau diajak kencan, suaranya memang sengaja dikeras-keraskan supaya Rangga dengar, Rangga pergi dengan kesal dan marah, Rangga tidak akan membiarkan Tara seenaknya dalam berpacaran. Sementara itu Angel yang memperlihatkan foto-foto masa kecilnya bersama Mike, tiba-tiba melihat tulisan di belakang foto, tulisan itu sama dengan tulisan di kartu ucapan pada bunga yang dikirim seseorang yang masih tanda tanya, karena Mike tidak mengirimkan bunga tersebut, Mike jadi sedikit gugup dengan situasi tersebut, sebab Mike tahu, Vino kakak kandung Angel, dan kemungkinan papa Angel dan Vino memang masih hidup, Angel lalu mengajak Mamanya untuk bicara di saat Mamanya lagi bicara sama Vino, dimana tante Jessica masih saja berusaha menjodohkan Vino dengan Vitha, tante Jessica sedikit kesal dengan Angel yang mengajaknya bicara masalah papanya (Fariz,) begitu Angel dan tante Jessica pergi, Mike mengingatkan Vino, bahwa Mike akan terus mengawasi gerak-gerik Vino.
Tante Jessica tetap bersikeras bahwa papanya Angel sudah meninggal pada kecelakaan mobil yang terbakar, tapi Angel tetap saja ngotot kalau papanya masih hidup dengan menunjukan tulisan tangan di foto dan pada kartu ucapan yang sama, tapi tante Jessica tetap bersikeras papa Angel sudah meninggal, biarpun ada tangis dan mamanya pergi, Angel masih tetap penasaran. Di taman Ajeng sedang mengajarkan Yudha menjadi Cover Boy, Ajeng tertawa geli melihat tingkah Yudha, sedangkan Yudha juga tertawa geli melihat Ajeng yang lebih seperti preman, sedangkan di taman lain Fathir terlihat sangat merindukan Vitha, terkenang masa-masa manis bersama Vitha.
Dalam pemilihan Cover Boy semuanya mempersiapkan diri, Marcel terang-terangan sangat menghina Yudha CS, Ajeng berusaha menghibur dan menenangkan, Nakula dibantu sama Karina dandan, beberapa kali Karina marah-marah sama Nakula yang tidak bisa diatur, Bella dandanin Aldo, Fathir dibantu sama Vitha, tapi akhirnya Fathir ingin usaha sendiri, Vitha jadi sedih, dan Fathir tidak bisa dandan, Ajeng dandanin Yudha melihat Vitha, lalu mengajak Vitha gabung untuk dandanin Yudha, Yudha kesenangan sekali, Ajeng minta teman-teman lainnya untuk membantu Fathir. Di jalanan tante Jessica sedang nyetir sendiri, kaget karena di kursi sebelahnya ada foto Fariz dan tante Jessica, di foto Fariz ada lingkaran dan tulisan .. "HIDUP"... langsung saja tante Jessica kesal dirobek-robek foto tersebut.


Ajeng sebel juga karena Yudha CS tidak percaya diri begitu, langsung Ajeng minta sama teman-temannya untuk memberi pelajaran pada Yudha, CS, musik pun terdengar, Ajeng CS berdance bersama dengan Yudha CS penuh atraksi yang manis, cantik, menawan, dan penuh smangat, dan itu memberi semangat pada Yudha Cs.
Dalam pemotretan awal sepertinya semua berjalan lancar, tapi ketika tampil satu-satu, Aldo, Nakula langsung saja down melihat penampilan Marcel yang menawan, Karina juga ikut-ikutan memuji lagi, langsung saja ditegur sama Angel dan lainnya, saat Aldo tampil benar-benar gugup, senyum seperti cewek, tingkah kaku, sampai juru fotonya (Adi Gondrong) kesal, ini membuat Marcel berada di atas angin, saat Nakula maju, lebih parah lagi, karena ingat kata-kata Karina, semua di depannya itu telanjang, tapi yang terjadi Nakula melihat kalau dirinya yang telanjang sehingga, Nakula menjerit-jerit malu, terus kabur, sedangkan Rangga pertama juga sukses, tapi berikutnya kacau lagi, karena melihat Marco dan Tara, mereka saling pegang, Tara dandani Marco, Marco pegang pipi Tara, Rangga jadi kacau,







Pemotretam Cover Boy masih berlangsung Fathir pertamanya saja yang sukses, tapi ketika juru foto minta bayangan ceweknya di depannya, Fathir malah jadi gugup dan tidak bisa senyum sama sekali,  sedangkan Marco terlihat sukses dengan senyum-senyum dan gayanya, tapi setiap dipotret selalu saja merem, juru foto geleng-geleng kesal, dan saat Yudha tampil, Ajeng langsung mengikatkan syal di leher Yudha, mencium kalung kodok Yudha, dan Yudha ingin tidak hanya di kalung, tapi Ajeng bilang liat apa sukses atau tidak, ini membuat Yudha semangat, dan semua gaya Yudha dalam pemotretan dapat pujian hebat dari si juru foto, sampai juru foto yakin Yudha akan menghiasi cover-cover majalah, Yudha senang sekali, dan Marcel benar-benar down dengan penampilan Yudha, terlebih setelah itu dapat ciuman dari Ajeng, mereka lalu diperintahkan untuk ganti kostum dengan kostum resmi, dan Yudha kaget melihat kostum resminya yang compang camping, semua temannya juga kaget.
Yudha dan Ajeng yang mengadu sama panitia, dijawab tidak punya gantinya lagi, saat itu Marcel datang mengejek Yudha dengan kostum resmi seperti pengemis, Yudha sudah marah, tapi memang tidak ada bukti kalau Marcel dan assistennya yang sabotase, Ajeng menghibur Yudha supaya tetap tenang, Yudha kesal sekali... bersambung..