Eps 153 - Ajeng Jadi Mata-Mata PPK Band




Yudha sudah pasrah karena panitia tidak menyediakan kostum cadangan, Yudha memberi semangat kepada para sahabatnya untuk mengalahkan Marcel, tapi apa yang terjadi, Aldo yang sangat ingin jadi terkenal rela memberikan jasnya untuk digunakan Yudha, lalu satu per satu rela memberikannya kepada Yudha, ini membuat Yudha sangat terharu, dan berjanji akan mengalahkan Marcel.
Marcl senang ketika berturut--turut peserta Aldo, Nakula, Marco, Rangga, dan Fathir tidak muncul, tapi alangkah terkejutnya ketika Yudha tampil dengan pakaian resminya, Marcel benar-benar terlihat minder melihat Yudha datang di gandeng Ajeng, Yudha tersenyum sama Marcel akan mengalahkannya. Yudha benar-benar tampil sangat meyakinkan, sedangkan Marcel tampil dengan tidak penuh percaya diri, para juri seakan sudah langsung mendapatkan siapa yang berhak menyandang Cover Boy 2010.


Marcel sudah kegirangan dan sombong ketika baru saja juri menyebutkan nama Marcel, semua sahabat Yudha sudah terkejut, Yudha dengan sportif hendak menyalami Marcel, tapi dengan sombongnya Marcel tidak menerima uluran tangan Yudha, tapi kemudian Marcel harus kecewa karena Juri mengatakan Marcel untuk kali ini tidak berhasil jadi Cover Boy, karena pemenangnya Yudha, Juri menyerahkan piala dan piagam, semua sahabat naik pentas menyalami, semua bergembira, Assisten Marcel mengakui Yudha lebih baik, ini membuat Marcel marah, Marcel pergi dengan malu. Di rumah Tara, Marco baru mengantar Tara, Tara nampak mulai senang dengan Marco sampai tidak sabar nunggu besok, Marco juga gembira, tapi saat Marco pulang dihadang Rangga yang marah sama marco, tapi Marco juga marah sama Rangga, karena Tara hanya pacar bohongan, sedangkan marco mencintai Tara, terus pergi, Rangga tidak terima dengan perlakuan Marco, Rangga akan mempertahankan cintanya.











PPK Banda lagi latihan, mereka nampak sangat bersemangat, tiba-tiba Marco menghentikan latihan karena dapat telpon dari Produser Rekaman, semua jadi kaget karena dianggap musik mereka masih mentah, Produser Rekaman marah, kalau tidak sungguh-sungguh kesempatan emas itu akan diberikan kepada Evolet Band, Marco langsung minta waktu, dan diberi waktu seminggu, semuanya jadi cemas, begitu juga ketika semua pada berkumpul di cafe, Karina hanya asal bicara jadi membuat PPK Band bukan semangat, tapi malah down, tapi Vitha, Angel, dan Ajeng langsung memberi semangat, karena yakin PPK Band akan bisa membuat karya yang bagus, semua sudah semangat, tapi begitu Yudha tanya bagaimana caranya, semua jadi diam lagi, dan Marco mengatakan pernah baca di internet tentang wordshop Musik Camping Instan, langsung saja Bella senang, Ajeng kaget, ternyata Bella ingat dengan Mie Instan, semua jadi tertawa, tapi kini ada kendalalnya, karena pembayaran cukup mahal, setidaknya dirasakan oleh Fathir dan Ajeng, dengan 300 ribu rupiah mereka tidak punya uang, Vitha berpikir akan membayarkan tentu Fathir akan tersinggung, begitu juga Yudha ingin bayarkan Ajeng, tapi tidak tahu bagaimana caranya, Marco bersedia bayarin Fathir, tapi Fathir tidak enak, begitu juga Ajeng akan berusaha mencari cara untuk ikut.
Vitha minta tolong sama Marco untuk tidak bilang sama Fathir, karena Vitha akan bayarin Fathir, Marco yang tanya kenapa begitu, bukankah sudah putus, Vitha mengingatkan Marco saja biarpun tidak sama Angel, tapi tetap perduli sama Angel, akhirnya Marco bersedia megang janji untuk tidak membocorkan, Fathir senang sekali begitu dengar Fathir bisa ikut karena Produser Rekaman yang bayarin, biarpun Fathir berpikir sedikit aneh saja, Vitha memberi jempol sama Marco yang berhasil meyakinkan Fathir untuk ikut dibayarin oleh Produser Rekaman, Marco juga memberi tanda jempol, sedangkan Yudha yang ingin bayarin Ajeng ditolak, karena Ajeng akan mencari cara untuk tetap ikut, Yudha senang mendengarnya, langsung saja menggendong Ajeng dengan gembira.
Yudha, Aldo, Nakula, Fathir sudah menunggu, tapi para cewek belum datang juga, dan ketika melihat para cewek yang datang, semuanya jadi melongo, para cewek berjalan dengan keren, penuh senyuman, para cewek sudah bangga saja karena membuat para cowok ternganga begitu, tapi ternyata Yudha Cs itu bukan karena kagum, tapi dandanan para cewek, dan dari Karina mereka baru tahu karena di camping instan itu banyak pemain musik yang keren-keren, mereka lalu masuk ke mobil, tapi Vitha dan Fathir ranselnya saling tersangkut, mereka juga seperti berdesakan masuk, sampai Vitha mau jatuh tapi ditangkap sama Fathir, mereka saling pandang, terlihat penuh kerinduan, yang lainnya tertawa melihat, Vitha dan Fathir lalu mau masuk, tapi yang terjadi kepala mereka berbenturan, sakit, akhirnya mobil pun melaju pergi, tapi mereka bergembira nyanyi-nyanyi, tapi kemudian mobil mogok, yang terjadi mereka dorong mobil, tapi tetap tidak mau hidup, Aldo langsung saja akan mencari mobil, dan semua terkejut, karena mobil yang di stop Aldo, mobil ngangkut ayam, mereka berdesakan bersama ayam.
Begitu sampai di camp instan, semua jadi bahan tertawaan karena bau ayam, semua menyalahkan Aldo, dan tiba-tiba mereka terkejut, karena salah satu panitia marah, mereka tidak boleh masuk, Yudha sudah kesal juga, tapi ternyata Panitia itu menunjuk Ajeng yang hanya jadi pelayan di camp instan, Yudha sudah marah saja karena ceweknya dibilang pelayan, tapi Ajeng menenangkan Yudha, karena Ajeng memang bisa ikut dengan mendaftar sebagai pelayan, saat ajeng dan Panitia itu pergi, Vitha tidak setuju Ajeng jadi pelayan, begitu Evolet Band datang, Karina langsung saja terpikat, Bella yang mengingatkan Karina ternyata tidak bisa, semua harus profesional, tapi urusan cinta itu lain, Karina langsung pergi.


Fathir melihat Vitha keberatan bawa ranselnya, tapi ketika Fathir hendak membantu sudah keduluan sama Vino, Vitha tadinya tidak mau akhirnya mau juga dan saat itu ia meihat Fathir yang nampak sangat kecewa, Fathir pergi dengan kesal, Yudha yang hendak membantu Ajeng malah kena cium sama panci, Ajeng beberapa kali minta maaf, karena ajeng berpikir ada cowok yang hendak jail, dan ketika Yudha hendak mencium ajeng, langsung menyebarkan tepung ke Yudha, mereka jadi saling lemparan tepung. PPK Band bertemu dengan Evolet Band, mereka sudah saling tantang dulu, dan di saat pentas mereka saling menunjukan kebolehan, tapi apa yang terjadi gitar Fathir senarnya putus, begitujuga senar bass Aldo, dan terakhir stick drum Nakula patah, Evolet nampak di atas angin, Yudha kecewa dengan ini, terlebih Ajeng kesal sekali ketika tahu dari pelayan lain kalau PPK Band kena sabotase oleh Evolet Band.
Ajeng berteriak mencari-cari Evolet Band, nadanya mengejek di depan para personil Evolet Band, pura-pura tidak tahu, seorang personil Evolet Band tertarik sama Ajeng, vokalis dari Evolet Band Adi, ajeng sudah bertampang sebel begitu, Yudha yang lagi jalan sama Aldo dan nakula kesal begitu melihat Ajeng lagi berhadapan dengan personil Evolet Band, Yudha sudah ingin melabraknya, tapi Aldo dan Nakula menghalangi, karena kalu buat ribut akan di keluarkan dengan tidak hormat, akhirnya Yudha bisa bersabar dan diajak pergi, Ajeng masih berhadapan dengan Adi, tapi belum sempat Ajeng bicara panjang, Karina datang menyelak, dibilang itu tidak penting, Karina jadi coba menarik perhatian Adi, tapi yang terjadi personil Evolet Band tersebut kupingnya jadi pengang karena suara Karina merepet berisik gitu, dan belum sempat Ajeng bicara lagi, mulutnya sudah dibekap, ternyata yang bekap Ajeng itu Bella, Bella bilang Ajeng harus sabar karena mantan pangeran cuminya punya ide cemerlang.
Yudha tidak setuju kalau Ajeng sebagai mata-mata, tapi Ajeng justru setuju, dan Ajeng menghibur Yudha supaya tidak usah kuatir, karena Ajeng sayang sama Yudha, akhirnya Yudha bersedia, sementara Vitha yang BB nya lowbatt bertemu dengan vino, dan vino bersedia untuk nge-charcein BB Vitha, Vitha senang langsung pergi, dan Vino langsung membuka BB Vitha, Vino membaca SMS (dari Marco tentang bayarin Fathir), Vino nampak sangat licik, Ajeng mulai beraksi membawakan pisang goreng untuk Adi yang saat itu lagi membuat lagu, Yudha melihat ini hatinya jadi bergolak lagi karena cemburu, tapi Aldo dan Nakula menahan Yudha yang sudah mau merabrak Adi.... bersambung...

0 Saran dan Kritik:

Posting Komentar